aku

aku

Selasa, 27 Juli 2010

kisah cintaQ

Akhir ini aku kok melankolis gini ya. Cinta-cintaan mulu yang ada diotak. Mana lagu yang diputerin di radio isinya pada janjian tentang cintaaa..biyuh, pengen gantung diri jadinya pake mie,,sluruput..hehehe so karna itu skr aliran musikQ jadi berubah dangdut,,tarik mang..hihi
Hal yang paling menyakitkan adalah semua orang yang pernah mengisi hatiQ pada punya pasangan hidup semua..huah..sakit hatiQ..SAKIT..
1. cinta pertamaQ pas SMP sekarang udah g da kabar lagi,,aq add pesbukx,,eh gak di confirm pek skarang..busyet sombong amat kau boy,,mana fotox gede banget backgroundnya tap fotox sendiri segede upil so kalo mw liat dia harus peke mikroskop dulu.kangen kamu sayang.mehehehe.

2. cinta pas SMA pas kelas satu. biuyuh cowok kulkas atu ini tetap aja sedingin es,,hiy..kemarin pas ketemu ndek terminal arjosari ganteng banget. Seniman satu ini emang top banget dah^^

3. Cinta pas SMA kelas 2. dia udah tunangan,,hua nyebellin mana cewx lebih cantik lagi (nulis ini sambil ngaca n baru menyadari kalo gak cantik aq ini ^^). Selamat ya bang,,bagi duit dong ente kan dah sukses di kota itu.hihihi..

4. Cinta pas kul smster 3..Dia cow paling sibuk seduan,masa bwt kekos aja kudu janjian seminggu sebelumnya truz klo udah di kos gak lebih dari 30 menit.. Tapi aq cinta,,hehehe. dan sekarang dia udah punya pacar..fiuh sedangkan aq "i'm single n acting happy" T,T

5. cinta Q pas kul semster akhir,,dy meninggalkan aku sodara-sodara setelah qt sudah sama-sama dekat dan memahami kebiasaan dan kekurangan qt masing-masing..dy ilang gitu aja kayak hantu*cling..Sekarang aq gak tau dya sedang apa, amakan apa, dengan siapa. hiks..Sebenere dia ninggalin aq karna gak mauy hianati tmne yang cinta mati ma aq (GR,,hihi) padahal temene itu bener-bener deh,,bener-bener gila,hihi..Aq menunggumu sayang..^^

yah mudah-mudahan q bakalan cinta baru lagi^^ selalu berharap mencintai dan dicintai lage...

Selasa, 15 Juni 2010

Udah tau g boleh ditonton, tp teteup ditonton..

Video porno mirip artis lagi marak di berbagai media massa. Sampek bosen deh ngeliatnya beritanya. Gimana gak bikin penasaran buat nonton tuh video, lha wong diberitakan tiap hari. So jadilah aq n kawan2 yang masih remaja labil ini mencari tuh video dan salah satu dari kami mendapatkannya, tau deh dari mana tuh anak dapetinnya.hehe.. Nontonlah kita berama-ramai di rumahQ *nekat bo'.
Ya ampyun ternyata adegannya emang ga pantes ditonton anak belum cukup umur kayak kita2 *hehe..Udah tau g boleh di tonton, tp teteup ae di tonton,,dasar dodol.. Dari sekian orang yang nonton tuh video banyak yang memberi komentar.
"Ya, ampun,sapa ya yang nyebarin?"
"mereka syok gak ya ngeliat video mereka sendiri tersebar gitu?"
"Kasian,gimana nasib keartisan mereka ya?"

Pas di acara infotainment di tampilkan tentang pendapat masyarakat tentang video prno itu yang mengecam pelaku, salah satu temenQ berkata:
"Ya ampyun bu', bersyukurlah ibu terlahir dari keluarga baik-baik dan menjadi orang baik2, cobalah ibu memahami apa yang mereka rasakan,pernahkah ibu mencoba merasakan apabila ibu berada di posisi mereka?"

hm..so apa yang bisa kita lakukan untuk menanggapi penyebaran video porno tersebut tentunya tanpa menghakimi orang lain...

Sabtu, 09 Mei 2009

CBT untuk depresi pada caleg

Pada awalnya terapis melakuan pengukuran terhadap depresi mayor yang dialami pleh caleg, yaitu:

  1. Identifikasi, identifikasi faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perilaku maladaptive pada caleg.

  2. Klasifikasi, mengklasifikasikan perilaku yang adaptif dan maladaptive pada perilaku caleg

  3. Prediksi, prediksi dilakukan terutama terkait dengan kontrol yang bersifat terapiutik untuk munculnya perilaku adaptif.

  4. Spesifikasi, spesifikasi digunakan untuk menentukan tujuan dari terapi yaitu mengurangi tingkat depresi yang dialami oleh caleg

  5. Evaluasi, evaluasi dengan melihat bagaimana hasil yang diperoleh setelah terapi diberikan

Teknik yang digunakan dalam CBT ada beberapa fase, antara lain:

  1. Fase 1: Observasi Diri

Caleg diminta untuk mengobservasi perilakunya dan cara pikirnya yang membuatnya menjadi depresi. Caleg diminta untuk melihat perilaku-perilaku, perasaan dan kognisinya setelah pemilu yang ternya mereka gagal untuk memperoleh suara.

  1. Fase 2: Memulai dialog internal yang baru

Setelah melakukan observasi diri, klien diminta untuk menanyakan pada diri sendiri, apakah dengan menjadi depresi yaitu dengan mengurung diri dikamar, menjadi tertutup serta melakukan percobaan bunuh diri akan mempengaruhi hasil pemilu?. Apakah dengan memikirkan hal-hal yang negative saja akan mengubah keadaan menjadi baik?. Atau apakah dengan bunuh diri hutang-hutang yang dimilikinya akan terlunasi?. Kalau dirinya bunuh diri lalu siapakah yang bertanggung jawab?. Lalu bisakah mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi?.

  1. Fase 3: Mempelajari keterampilan baru

Terapis memberi kesempatan pada caleg untuk memperoleh keterampilan baru dalam coping stress, yaitu dengan menerima kenyataan yang ada, bahwa harapan-harapan tidak harus tercapai ada yang lebih berkuasa dalam pemenuhan harapan tersebut. Caleg juga diminta untuk berperilaku yang lebih adaptif dengan mulai bekerja keras untuk melunasi hutang yang ada.

Cognitive Behavior Therapy bukanlah satu-satunya psikoterapi yang efektif untuk mengatasi depresi mayor khususnya di Indonesia. Psikoterapi lain yang efektif digunakan untuk mengurangi penderitaan pasien yang mengalami depresi adalah:

  1. Terapi kelompok

Terapi kelompok dirasa menjadi psikoterapi yang efektif karena pada hakekatnya Indonesia menganut system yang mementingkan kelompok. Penyebab depresi mungkin juga disebabkan rasa malu pada lingkungan sosial bahwa dirinya gagal mencapai harapan-harapannya yang akan membuat pencitraan diri yang negative. Dengan adanya terapi kelompok, individu yang bersangkuatn akan merasa bahwa tidak hanya dirinyalah yang mengalami depresi. Ada juga orang lain yang bernasib sama dengannya sehingga mereka dapat bersama-sama saling membantu mengatasi depresinya.

  1. Terapi keluarga

Terapi keluarga juga penting karena dukungan keluarga dapat membantu penyembuhan depresi. Tuntutan keluarga yang tinggi atas harapan-harapan yang overestimate dapat menyebabkan depresi pada klien. Keluarga diminta untuk tidak terlalu menekan klien jusru keluarga diminta untuk mendukung kesembuhan klien dengan member kasih sayah tanpa pamrih.

  1. Farmakoterapi

Farmakoterapi mungkin juga diperlukan dalam penangan depresi mayor yaitu dengan memberikan obat antidepresan. Farmakoterapi diperlukan apabila untuk sesuatu yang mendesak misalnya klien benar-benar mengalami keterpurukan yang menyebabkan dirinya menjadi ingin bunuh diri.

depresi mayor pada caleg

Politik menurut Aristoteles adalah seni untuk mempengaruhi orang lain untuk mendapatkan kekuasaan demi kepentingan kelompok. Namun pada praktiknya adanya kecendrungan kekuasaan itu ditujukan hanya untuk kepentingan pribadi politikus. Untuk mempengaruhi orang lain seorang politikus atau lebih tepatnya calon politikus selayaknnya memiliki konsep diri yang tinggi serta ego strength yang cukup kuat untuk dapat mempengaruhi orang lain tersebut, bukannya dirinya sendiri yang jatuh dalam jurang hitam keterpurukan akibat buta dengan kekuasaan.

Calon politikus di Indonesia dikenal dengan sebutan calon legeslatif. Calon legeslatif dipilih dari perwakilan tiap partai dan sering terjadi pemilihan caleg tersebut dilakukan dengan tidak semestinya misalnya hanya mengandalkan kepopuleran caleg (dalam hal ini artis). Partai sering kali tidak melakukan seleksi dalam pemilihan caleg yang akan diajukan dalam Pemilu (pemilihan umum). Pernahkan terpikirkan oleh partai politik akan kerentanan gangguan psikologis yang akan dialami caleg saat tidak terpilih menjadi anggota dewan?. Atau pernahkah terpikirkan oleh partai politik apakah caleg yang mereka calonkan itu memiliki stabilitas emosi yang cukup memadai untuk menirima apapun hasil dari pemilu?.

Depresi pada caleg bukanlah hal yang luar biasa setelah Pemilu. Pemerintah yang berhubungan dengan kesehatan jiwa sudah memprediksi akan adanya caleg yang mengalami depresi. RSJ menyiapkan sejumlah psikiater dan psikolog bahkan kamar VIP di RSJ untuk menampung caleg yang depresi. Bahkan banyak tulisan-tulisan tentang kecendrungan caleg yang depresi setelah Pemilu. Dibawah ini akan dipaparkan fakta tentang caleg yang mengalami depresi serta dicoba untuk dianalisis.

  1. Fakta-fakta caleg yang mengalami depresi

  1. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar pukul 07.30 WIB Selasa(14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01, Desa Bangunjaya,Kecamata n Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

  2. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.

  3. Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

  4. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

  5. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibayarkan.

  6. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.

  1. Analisis

  • Perilaku depresi yang dilakukan oleh caleg yang termasuk dalam ciri-ciri depresi mayor antara lain:

  1. Adanya keinginan bunuh diri baik yang belum dilaksanakan maupun yang telah terlaksana. Pada fakta diatas caleg dari Jawa Barat melakukan bunuh diri dengan gantung diri satu minggu setalah pemilu dan caleg dari Medan melakukan bunuh diri dengan meminum racun serangga.

  2. Caleg tidak bisa berpikiran jernih dalam menerima hasil dari pemilu, yaitu caleg dari Tanggerang menjadi frustasi dengan merangkak di pinggir jalan dan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

  3. Penurunan kesenangan pada minat yaitu terjadi pada iwan setiawan yang menjadi pendiam dan mengurung dalam kamar.

  4. Mood yang depresi yaitu terjadi pada caleg Kalimantan tengah yang terus mengoceh.

  5. Penurunan berat badan karena tidak ada minat dalam makan dan minum.

  • Penyebab perilaku depresi pada caleg

  1. Faktor sosial-lingkungan

Depresi mayor pada caleg disebabkan oleh kenyataan bahwa dirinya tidak memperoleh suara yang cukup sebagai persyaratan menjadi anggota dewan. Kenyataan yang lebih rumit adalah, caleg sudah banyak berkorban untuk memperoleh suara tersebut terutama dalam hal financial cost. Caleg sudah mengeluarkan dana yang cukup besar kurang lebih 200 juta, tetapi caleg tersebut gagal menjadi anggota dewan. Ditambah lagi dana yang dikeluarkan tersebut hasil dari hutang atau menggadaikan perabot rumah. Kondisi ini peristiwa hidup yang sangat menekan pada diri caleg yang akibatnya menderita depresi mayor.

  1. Faktor behavioral

Faktor behavioral yang menjadikan caleg depresi adalah kurangnnya reinforcement dari orang-orang yang dianggapnya akan memilihnya. Kenyataan bahwa pemilih yang dianggapnya akan memilihnya ternyata tidak memilihnya tentunya akan membuatnya menjadi depresi mayor.

Interaksi negative dari keluarga terutama keluarga yeng memiliki EE (Express Emotion) yang tinggi dapat menambah depresi pada caleg. Keluarga yang dengan tegas menyatakan kekecewaan serta tuntutan keluarga agar individu tersebut menjadi anggota dewan dapat membuat caleg menjadi depresi setelah mengetahui hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

  1. Faktor emosional kognitif

Melihat dari teori psikoanalisis depresi pada disebabkan oleh kemarahan yang diarahkan kedalam dirinya yang mana dia gagal dalam pemilihan. Narsistik berperan dalam depresi yang dialami, karena pada awalnya caleg cukup yakin dan percaya diri apalagi ditambah dengan kampanye yang dilakukan, namun pada kenyataannya dia tidak terpilihlah yang menyebabkan self esteemnya menjadi jatuh dan akibatnya adalah depresi.

Caleg yang depresi mengalami kesulitan dalam melakukan coping stress. Kepercayaan diri yang tinggi pada caleg membuatnya menjadi overestimate sehinga tidak ada antisipasi tentang kegagalan yang mungkin saja terjadi. Hal ini menyebabkan caleg tiadak siap dan tidak cukup mampu melakukan coping stress.

Tujuan hidup caleg dalam mencalonkan diri menjadi anggota dewan tersebut yang hanya untuk kepentingannya sendirilah yang mungkin menjadi penyebab depresi. Tujuan hidup yang hanya untuk kepentingan diri sendiri dampaknya juga akan menyerang dirinya sendiri dalam bentuk tekanan peristiwa kegagalan yang menimpanya.

No.

Segitiga kognitif depresi

1.



2.




3.

Pandangan negative tentang diri sendiri


Pendangan negative tentang lingkungan



Pandangan negative tentang masa depan

Setelah pemilu caleg merasa tidak berhargakarena gagal dalam pemerolehan suara di pemilu

Memandang lingkungan sudah berhianat dengan dirinya karena caleg telah berkorban (dalam bentuk financial)namun tetap tidak terpilih

Setelah tidak terpilihnya menjadi anggota dewan membuat dirinya tidak punya lagi masa depan yang akibatnya caleg melakukan tindak bunuh diri.


Sabtu, 28 Maret 2009

Sexuality

Aku sering bertanya kenapa sex hanya dilakuakn beberapa menit itu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Aku pernah dengar dari dkter Boyke, kalo satelah melakukan hubungan seksual dan mengalamai orgasme, maka otak akan menghasilkan enzim endorphin, efeknya adalah akan membuat orang senang. Disisi lain karena kebutuhan seksual tersebut bisa-bisa orang akan melakukan krimunalitas, misalnya pemerkosaan, sodomi, dll. Aku sering bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu. Apa sih yang sebenarnya terjadi dibalik seksualitas itu?

Aku menemukan jawabannya saat mengikuti kuliah psikologi dalam. Ternyata hubungan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa pada hakikatnya mendampakan kenikmatan saat mereka berada dalam kandungan. Jadi seks itu merupakan representasi simbolik menyatu dengan ibu. Laki-laki menaruh penisnya disimbolkan sebagai anak yang kembali kedalam rahim ibu sedangakan perempuan mencapai kepuasan dengan merepresentasikan dirinya menjadi bayi dalam rahim ibu. Intinya setiap kenikmatan merupakan tujuan akhir untuk menghidupkan kembali kenikmatan dalam kandungan yang hilang saat kelahiran. Jadi, gak salah akalu emang sering kali banyak orang yang melakukan segala cara baik legal amupun illegal untuk mendapatkan seks karena sebenarnya manusia merindukan keadaan saat dalam kandungan yang merupankan “surga” karena disana segaala kenikmatan diperoleh


Kamis, 05 Maret 2009

mencintai itu seharusnya to letting go

Seringkali kita mengatakan mencintai seseorang, tapi perilaku kita mengekang orang yang kita cintai untuk bergaul dengan orang lain. Apakah itu sebenar-benarnya cinta?. Bukannya kalu kita mencintai seseorang, maka kita harsu sepenuhnya mempercayai dia?
saat mata kuliah psikoterapi, saya mendapat informasi tentang cinta. Cinta seharusnya itu to letting go. Jadi kita tidak boleh mengintimidasi orang yang kita cintai. Biarkanlah semua berjalan apa adanya. Mengalir seperti air. Biarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan melakukan apa yang dia suka, tentunya kita bisa mengingatkan kalau dia berbuat salah, tapi tidak dengan memaksakan kehendak kita.
saat kita memaksakan kemauan kita pada orang yang kita cintai, sebenarnya kita bukan mencintai, tapi kita ingin dicintai. Kita menginginkan cinta, dan berharap sepenuhnya memilikinya, padahal dia bukanlah milik kita. sebenarnya saat kita dengan tulus mencintai kita sebenarnya juga akan mendapatkan cinta yang tulus juga. so jangan takut untuk mencintai, karena dengan mencintai, otomatis kita akan dicintai. dengan siapapun itu

kita hanya memfungsikan otak 20%

Saat kita merasa stress dengan beban kerja ataupun beban belajar, sering kali kiat merasa depresi. Bahkan seringkali kita menghindari pekerjaan yang membuat kita stress, padahal dengan kita stress (dalam artian kadar stress dengan taraf normal) sebenarnya kita memacu semua kemampuan kita untuk segera menyelesaikannya dan akhirnya kita akan semakin produktif.
Saat kita diberikan kewajiban untuk mengerjakan sesuatu, seringkali kita merasa tidak mampu. Padahal Tuhan memberikan kiita anugrah otak yang luar biasa yang mempu untuk menyerap berjuta-juat informasi dan berpikir. tahukah, sebenarnya manusia hanya memfungsikan otaknya maksimal 20% saja?. so bagaimana dengan kemampuan otak kita yang 80 %?
jadi gak ada alasan buat kita merasa tidak mampu. sebenarnya kita mampu, hanya saja kita males buat melakukan itu. optimalkan kemampuan kita semua. kita pasti bisa. SEMANGAD

Rabu, 04 Februari 2009

narsis

Kata narsis mungkin seringkali kita dengar dalam kehidupan sehari-hari buat orang-orang yang suka banget di foto atau orang yang sering bilang “Aku cantik ya”. Mungkin bisa dibilang narsi itu mencintai diri sendiri. Secara ilmiah narsis disebut sebgai narsistik. Lalu, apakah narsis itu normal?. Bagaimanakah sejarah narsih itu?. Bagaimana tinjauan psikologi tentang narsis?

Sekarang kita mulai dari sejarah tentang adanya kata narsis. Alkisah (cie…), menurut salah satu mitologi Yunani, ada seorang pria bernama Narkissos. Narkissos merupakan pria tampan yang jatuh cinta pada banyangannya sendiri saat dia bercermin di danau. Karena self-love yang berlebihan, dewa mengubag narkissos menjadi bunga. Bunga tersebut saat ini dikenal dengan nama narcissus. Sehingga narsis dari kata narcissus tersebut digunakan untuk memberi label pada orang yang mencintai diri sendiri.

Truz apakah narsistik itu normal?. Bagaimana. Menurut saya narsis itu normal sejauh tidak berlebihan. Setiap orang pasti narsis karena mencintai diri sendiri itu perlu karena dengan kita mencintai diri sendiri (tentunya dalam taraf normal) kita akan bisa mencintai orang lain. Contoh semua orang itu narsis adalah saat kita mendapat foto-foto hasil suatu acara camping misalnya. Foto-foto tersebut biasanya banyak yang foto berkelompok, saya pikir, setiaporang awalnya pasti mencari foto yang ada dirinya. Bener gak?.

Lalu narsistik seperti apa yang abnormal?. Bagaimana tinjauan psikologi tentang narsisistik?. Gangguan narsistik dikatakan abnormal apabila perilakunya sudah maladpatif. Dalam psikologi, narsistik termasuk dalam ganngauan kepribadian (personality disorder) yang biasa disebut dengan gangguan kepribadian narsistik (narcissistic personality disorder). Narsistik berlebihan dikatakan abnormal karena kualitas narsistik berlebihan akan menjadi tidak sehat terutama bila individu tersebut lapar dan serakah atas pemujaan. Keserakahan akan pemujaan tersebut merupakan perilaku maladptif yang akan menggangu hub interpersonal bahkan kariernya karena individu tersebut tidak akan mau menerima penadapat orang lain karena menganggap pendapatnya adalah yang paling benar. Gangguan kepribadian narsisitik ditemukan kurang dari 1 % dalam populasi umum (APA,2000).

Ciri-ciri narsistik dikutip dari buku psikologi abnormal (Rhatus, dkk, 2005) adalah:

  • Memiliki rasa bangga berlebihan terhadap diri sendiri

  • Kebutuhan ekstrem akan pemujaan

  • Bersifat self-absorbed dan kurang memiliki empati pada orang lain

  • Bersifat self-defeating

  • Cenderung terpaku pada fantasi akan keberhasilan dan kekuasaan, cinta yang ideal atau pengakuan atas kecerdasan dan kecantikan

  • Mengjar karier dibidang-bidang yang mana individu mendapat pemujaan misalnya, modeling, acting atau politik

  • Cenderung membesar-besarkan prestasi dan iri pada orang yang lebih berhasil

  • Keinginan untuk berhasil adalah bukan untuk mendapotkan uang tapi untuk mendapatlkan pemujaan

  • Hubungan interpersolnal berantakan karena adanya tuntutan untuk orang lain untuk memuja mereka

  • Minat individu pada orang lain hanya bersifat sati sisi saja: individu mencari orang yang mau melayani minatnya dan memelihara self-importance-nya

  • Memperlakukan pasangan seks sebagai alat untuk kenikmatan individu sendiri dan mendukung self esteem-nya

Berikut ini adalah perbedaan antara self interest yang normal dengan narsistik yang sifatnya self defeating (Rathus, dkk, 2005):

Self interest normal

Narsisme yang self defeating

Menghargai pujian, namun tidak membutuhkannya untuk menjaga self-esteem

Lapar akan pemujaan, memerlukan pujian agar dapat merasa baik akan diri sendiri untuk sementara

Kadang-kadang terluka oleh kritik

Merasa marah atau hancur oleh kritik dan merasakan kesedihan yang mendalam

Merasa tidak bahagia dalam menghadapi kegagalan, namun tidak merasa tidak berharga

Memikul perasaan malu dan tidak berharga setelah mengalami kegagalan

Merasa special atau memiliki bakat unik

Merasa lebih baik dari orang lain dan meminta penghargaan akan kemampuannya yang tidak dapat dibandingkan

Merasa nyaman dengan diri sendiri bahkan saat orang lain mengkritik

Perlu dukunga terus menerus dari orang lain untuk menjaga perasaan nyaman dan bahagia

Menerima masa lalu secara logis, meski hal tersebut diras menyakitkan dan dirasa tidak stabil untuk sementara

Berespon terhadap luka kehidupan dengan depresi dan kemarahan

Mempertahankan self-esteem dalam menghadapi ketidaksetujuan atau kritik

Berespons terhadap ketidaksetujuan dan kritik dengan hilangnya self esteem

Mempertahankan keseimbangan emosional meski kurangnya perlakuan khusus

Merasa pantas mendapat perlakuan khhusus dan menjadi sangat marah saat diperlakukan dengan cara yang biasa

Empati dan peduli terhadap orang lain

Tidak sensitive terhadap kebutuhan dan peraan orang lain, mengeksploitasi orang lain sampai mereka puas


Dari wacana ditas, kita dapat merefleksikan diri bagaimana sebenarnya kita. Apakah narsistik dalam diri kita masih dikatakan normal atau berada masih dalam taraf normal ataukah masuk dalam kategori narcissistic personaliyi disorder?

perilaku merokok ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert

Perilaku merokok merupakan fenomena sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dilakukan oleh orang tua, perilaku merokok juga dilakukan oleh remaja bahkan anak kecil, baik itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Perilaku merokok merupakan aktivitas subjek yang berhubungan dengan perilaku merokoknya yang diukur melalui intensitas merokok, tempat merokok, waktu merokok, dan fungsi merokok dalam kehidupan sehari-hari (Komasari dan Helmi, 2000). Pada suatu penelitian, adanya kecenderungan individu mengatasi stress dengan merokok. Hal ini dikarenakan efek dari rokok tersebut adalah menenangkan. Rokok merupakan stimulant yang meningkatkan aktivitas sistem saraf. Efeknya adalah menyebabkan euphoria dan peningkatan self confident pemakainya (Rathus dkk, 2003)

Fenomena perilaku merokok mahasiswa juga merupakan fenomena sosial yang sering kita jumpai. Lingkungan universitas merupakan tempat berkumpulnya individu dari berbagai daerah dengan keunikan sendiri dan tipe kepribadian yang berbeda pula. Cara individu dalam lingkungan sosialisasi, penyesuaian baru serta stress yang dialaminya berbeda satu sama lain. Cara individu berperilaku tersebut perbedaannya dilihat dari sudut pandang tipe kepribadiannya dalam perilaku merokoknya.

Menurut Tomkins (dalam Mu’tadin, 2002) perilaku merokok dibagi dalam beberapa tipe berdasarkan tempat merokok dan fungsi merokok dalam kehidupan sehari-hari subjek perokok. Tempat merokok dan fungsi merokok pada diri subjek tentu saja berbeda pada setiap individu. Tipe kepribadian setiap individu baik itu introvert maupun ekstrovert akan mempengaruhi perilaku merokok subjek dan menentukan pula tipe bagaimanakah perilaku subjek jika dihubungkan dengan tipe kepribadiaan introvert dan ekstrovertnya.

Tipe kepribadian ekstrovert dan introvert dijelaskan oleh Jung, bahwa tipe kepribadian introvert cenderung menyendiri, pendiam, senang introspektif dan sibuk dengan kehidupan internalnya sendiri, sedangkan tipe kepribadian ektrovert cenderung aktif, berinteraksi dengan orang lain dan dunia sekitarnya (Alwisol, 2004). Perbedaan trait-trait dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert tersebut akan mempengaruhi perilaku merokoknya. Dalam fenomena sosial dapat kita lihat bahwa orang yang ekstrovert, perilaku merokoknya sering kali diawali sebagai aktivitas sosialisasinya. Orang yang ekstrovert memulai perilaku merokok karena konformitas teman sebaya dan melakukannya ditempat-tempat umum yang memungkinkan mereka berada di area pergaulan dengan banyak orang. Akan tetapi orang yang bertipe kepribadian introvert memulai perilaku merokok cenderung disebabkan karena keadaan distress pribadinya atau karena faktor internal dalam dirinya. Tempat yang digunakan untuk merokok pun cenderung bersifat pribadi, misalnya di ruang pribadi dalam kantornya ataupun di kamar.

Dalam lingkungan universitas, fenomena yang tampak dari mahasiswa bertipe introvert adalah kecendrungan untuk berperilaku merokok diadaerah umum di area kampus. Mahasiswa tersebut cenderung berkumpul dengan teman-temanya saat merokok pada saat jam kosong kuliah dan setelah makan. Adanya fenomena perilaku kolektif dari perilaku merokoknya. Apabila dalam kelompok tersebut satu mahasiswa merokok maka mahasiswa yang lain akan merokok pula. Hal ini disebabkan adanya hukum anonimitas.

Mahasiswa bertipe introvert, fenomena yang tampak adalah mereka cenderung untuk merokok sendirian ditempat-tempat tersembunyi. Mereka merokok hanya pada saat mereka stress saja. Mereka merokok pada tempat-tempat khusus yang bersifat pribadi misanya dalam kamar kos. Mahasiswa tersebut cenderung mengkonsumsi rokok tidak terlalu berlebihan tergantung kondisi psikisnya saat itu. Kondisi stress yang parah dapat pula menyebabkan individu tersebut mengkonsumsi rokok dengan sangat berlebihan sampai memperoleh kepuasan dan ketenangan dari rokoknya tersebut. Mahasiswa introvert cenderung memiliki self confident yang rendah, sehingga perilaku merokoknya sebagai cara untuk meningkatkan self confidentnya karena rokok merupakan stimulant yang dapat meningkatkan perasaan euphoria dan self confident penggunanya. (Mei -2008)


ketimpangan gender dalam perselingkuhan melahirkan prostitusi terbuka

Gender merupakan pembedaan peran, hak dan kewajiban, kuasa dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. sosial (Irianto, 2007). Didunia ini banyak sekali kita temui ketidaksetaraan gender yang juga banyak diperbincangkan dan diperjuangkan oleh gerakan feminis. Ketidakadilan atas gender banyak sekali dialami oleh perempuan. Dalam hal ini perempuan yang dianggap sebagai second class dirugikan dalam segala aspek, diantaranya dalam hal psikologis dan fisik (seringnya mengalami tindak kekersan / violence), subordinasi pada perempuan serta adanya marjinalisasi perempuan dalam ekonomi dan pendidikan.

Ketidasetaraan gender seringkali ditemukan dalam keluarga misalnya adanya penindasan psikologis yang dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Penindasan ini sering dinamakan perselingkuhan. Contoh kasus yang diambil dari artikel adalah kasus seorang perempuan, istri anggota DPRRI yang dengan tegar mensupport suami yang jelas-jelas melakukan perselingkuhan. Nampak sekali adanya ketidakadilan di sini. Laki-laki dengan seenaknya berbuat salah, sementara si perempuan dengan segala kelemahannya, dengan alasan keutuhan keluarga, kasihan anak-anak dan lain-lain tetap menerima adanya penindasan batin dari laki-laki.

Ketidakadilan gender yang dialami perempuan adalah perempuan dikungkung untuk menerima perselingkuhan suaminya walaupun itu menyakitkan hatinya. Budaya pun tidak terlalu mempermasalahkan perilaku laku semena-mena laki-laki tersebut. Dibawah ini adlah deskripsi masyarakat Jawa tentang toleransi terhadap alasan laki-laki melakukan perselingkuhan:

Di masyarakat Jawa, terdapat penerimaan atau bahkan toleransi terhadap ketidakmampuan laki laki dalam mengontrol nafsu seks mereka. Karena laki laki seringkali dianggap tidak mampu menahan hasrat seks mereka, banyak perempuan mentoleransi dan bahkan mengharapkan pada derajat tertentu ‘ketidaksetiaan’ dari suami, meskipun mereka juga tidak mendorongnya (Brenner 1998). Karena laki laki dianggap tidak bisa mengontrol nafsu mereka, maka ada anggapan bahwa jika tidak terlampiaskan, ini akan mengakibatkan perkosaan atau pelecehan seksual yang membawa korban perempuan baik baik. Hal ini membuat banyak laki laki dan perempuan suku Jawa menyimpulkan bahwa Pekerja Seks Komersial (PSK) tetap dibutuhkan sebagai pelampiasan (Crisovan, 2006). Temuan serupa juga dinyatakan oleh Geertz pada tahun 1950an, yang menyatakan bahwa istri toleran terhadap lepas tangan suami karena laki laki memang dianggap mempunyai sifat tak punya tanggung jawab. Perselingkuhan seksual mereka disebut ‘nakal’; sama istilahnya seperti seorang anak yang tidak menurut kata orang tua, tanpa adanya konotasi pelanggaran; dan mereka diharapkan nakal selama kuliah dan bahkan setelah menikah (Geertz, 1961 cit. Crisovan, 2006). Menurut budaya Jawa, nafsu seks harus senantiasa terjaga dalam keseimbangan, sehingga pada saat istri mengalami menstruasi/hamil, laki laki akan memelihara nafsu seks mereka dengan PSK. Ini juga dipercaya mempunyai efek pada potensi spiritual laki laki (Crisovan, 2006).

Dari kutipan diatas tampak sekali ketidaksetaraan gender, laki-laki berhak bertindak sesuka hati dan menyakiti perempuan, sementara perempuan diharuskan untuk toleran, nerima apapun yang diperlukan tas penindasan terhadap dirinya. Hal yang lebih buruk daripa itu adalah muncullah prostitusi terbuka. Laki-laki dengan seenak hati bahkan tampak terang-terang-terangan datang ke tempat pelacuran kadang tanpa rasa malu bahkan merekamnya dalam video yang sering dilakukan oleh public figure.

Sekarang kita akan menganalis mengapa prostitusi terbuka seperti di Dolly Surabaya merupakan prostitusi yang pelakunya (pelacurnya) adalah perempuan?. Dan mengapa prelacuran pria saat ini masih terkesan tersembunyi?. Jawaban atas pertanyaan tersebut karena seakan-akan ada “legalisasi” perselingkuhan laki-laki baik lewat prostitusi ataupun tidak. Sekan-akan perselingkuhan yang dilakukan laki-laki tu adalah sesuatu yang wajar terjadi karena laki-laki tidak dapat menahan hasrat seksualnya. Lalu bagaimana dengan wanita?. Sebagian wanita juga ada yang menjadi pengguna jasa prostitusi yang dikenal dengan “tante girang suka brondong”, tetapi tetap saja hal itu terselubung. Hal tersebut terjadi karena akan ada kecaman keras yang akan dialamatkan pada perempuan tersebut apabila perilakunya itu diketahui karena perempuan harus setia, nurut semua perintah suaminya.

Kesimpulannya, ketidakadilan gender dalam isu perselingkuhan ini adalah ada pada tindakan semena-mena laki-laki dengan menyakiti perempuan secara psikologis serta pada budaya yang mentoleransi tindakan laki-laki yang melakukan perselingkuhan tersebut. Perselingkuhan ini menyebabkan permasalahan lainnya yaitu prostitusi yang dilakukan secara terbuka yang manaketidaksetaraan gender terlihat jelas karena hanya prostitusi yang pelacurnya perempuan saja yang diekspos


    Akibat ketidaksetaraan gender

    • Tekanan bathin (terjadi kekerasan psikologis) pada perempuan yang suaminya selingkuh

    • Adanya subordinasi yang dialami perempuan karena perempuan merasa tidak dihargai sebagi manusia karena laki-laki dengan seenak hatinya melakukan selingkuh

    • Timbulnya prostitusi yang dilakukan oleh pelacur wanita secara terbuka tanpa adanya sanksi hkum yang berat

    • Psostitusi tetap exist selama ketidaksetaraan gender ini terus berlangsung karena dalam budaya pun (jawa) membolehkan hal itu.

    • Penyebaran HIV AIDS dalam keluarga karena aktivitas perselingkuhan laki-laki.

    Cara mengatasi

    • Adanya kesetaraan gender dalam keluarga dengan adanya persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan.

    • Adanya toleransi antara laki-laki dan perempuan, tetapi dalam hal ini bukanlah toleransi dalm penyetujuan istri atas perilaku perselingkuhan suami. Toleransi tersebut dengan menghormati perasaan istri dan aspek-aspek psikologi perempuan dengan tidak melakukan penindasan batin (perselingkuhan)

    • Larangan perselingkuhan laki-laki dengan alasan apapun (baik dari segi budaya dan sosial) baik yang terang-terangan maupun tersembunyi.

    • Adanya saling pengertian antara hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan sehinggga komunikasi berjalan lancar dan perselingkuhan tidak akan terjadi. Tidak ada perbedaan tingkat status antara perempuan dan laki-laki dalam keluarga.


    Hasil apabila terjadi kesetaraan gender

    • Dampak positif

        1. Lahirnya toleransi antara laki-laki pada perempuan, sehingga penindasan psikologis tidak akan terjadi

        2. Penyebaran HIV AIDS tidak akan masuk dalam keluarga.

        3. Lahirnya komunikasi yang baik dalam keluarga karena laki-laki dan perempuan punya hak yang sama dalam keluarga.

    • Dampak negatif

        1. Akan banyak sekali perceraian, karena perempuan mulai sadar atas ketidakadilan tersebut dan menuntut untuk berpisah

        2. Akibat dari banyaknya perceraian, anak-anak keluaran broken home akan bertambah


Daftar Pustaka

BAPPENAS. Gender dalam Pertanian. (online) (http://www.blog archieve. Gender dalam pertanian. diakses 17 Oktober 2008)

Deniem. Analisis Gender. (online) (http://www.analisis gender-arena pembelajaran diri. diakses 17 Oktober 2008)

Dznhayatin, Siti R. Demokratisasi dan Masalah Kesetaraan Gender. (online) (http//www. artikel Indonesia untuk demokrasi. diakses 17 Oktober 2008)

Hermawati, Tanti. Budaya Jawa dan Kesetaraan Gender. (online) (http//www. goggle.com. Jurnal Komunikasi Massa. Vol. 1, No. 1, Juli 2007, 25-34 diakses 17 Oktober 2008)

Tanai, Susilowati, M. Gender dan Seksualitas dalam fenomena global epidemi HIV/AIDS

. (online) (http://www.Makalah%20Susilowati%20Rev_d01c/ PDF/gender dan seksualitas.pdf, diakses 17 Oktober 2008)

Sholihah, Nikmatus. Gender dan Jenis Kelamin. (online) (http//www.gogle.com. diakses 17 Oktober 2008)